Nasabah Bank Dana Nagoya Mengaku Pernyataan Pihak Bank Bohong

  • Whatsapp
Richard Rando PH Nasabah BPR Dana Nagoya yang merasa didiskriminasi.(lip98)

Liputan98.com, Batam – Nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Nagoya Batam yang mengaku mendapat diskriminasi oleh pihak Bank tersebut, menyayangkan pernyataan pihak Bank yang mneyebut dirinya merupakan debitur bermasalah.

Nasabah yang enggan namanya disebut itu mengatakan, dirinya merupakan debitur dengan katagori lancar sebelum wabah Virus Corona (Covid 19) terjadi. Bahkan ia mengaku melakukan pembayaran kredit yang menjadi tanggunjawabnya tepat waktu sebelum jatuh tempo.

Read More

“Pernyataan pihak bank yang megatakan saya nasabah bermasalah adalah bohong dan tak mendasar. Padahal, bukti pembayaran kredit yang dilakukan tidak ada keterlambatan hingga bulan Maret 2020 seperti apa yang disampaikan pihak BPR Dana Nagoya Batam,” akunya.

Baca juga : Debitur Keluhkan Intimidasi Dari Bank Dana Nagoya Batam

Menurutnya, pernyataan dirinya tersebut dapat dibuktikan melalui bukti pembayaran dan transaksi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Permaslahan bermula saat dirinya ditawari oleh pihak Bank tersebut untuk melakukan restruktur kredit dimasa Pandemic Covid 19.

“Pihak Bank tersebut melalui oknum Manager Bisnis berinisial T melayangkan somasi melalui penasehat hukum (PH) pihak bank untuk mengeksekusi aset yang menjadi anggunan dalam kredit tersebut. Namun, proses penagihan dan pemberitahuan dari okum tersebut maladministras dan terkesan tidak etis. Lantas saya melayangkan keberatan melalui penasehat hukum juga,” katanya, Rabu (30/9/20).

Disamping itu, PH nasabah yang merasa didiskriminasi tersebut Richard Rando mengatakan, apa yang dialami oleh kliennya adalah salah satu tindakan diskriminasi oleh pihak Bank yang ingin melakukan eksekusi aset miliknya yang menjadi anggunan perkreditan itu dengan sepihak.

“Adanya somasi ketiga yang dilayangkan pihak bank adalah tindakan yang menyalahi aturan dan sangat diskriminatif, sebeb nasabah yang menjadi klien saya ini merupakan debitur dengan katagori lancar. Hal itu dapat dibuktikan dengan bukti pembayaran kredit yang telah dilakukan hingga Maret 2020 lalu,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.