Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E Masih Bergulir

  • Whatsapp

Liputan 98 – Jakarta telah ditetapkan sebagai tuan rumah ajang balap mobil listrik Formula E 2022 yang dijadwalkan pada 4 Juni nanti. Setelah mengalami perubahan lokasi dari Monas ke Ancol, pembangunan lintasan sirkuit masih berada pada tahap pengerjaan hingga saat ini.

Seiring dengan pengerjaan Sirkuit Formula E, KPK juga masih dalam tahap penyelidikan terkait commitment fee yang disetorkan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga kepada FEO (Formula E Operations) sebesar Rp 560 Milyar. Pasalnya uang tersebut dibayarkan sebelum APBD resmi disahkan.

Read More

Publik mulai menaruh kecurigaan atas tindakan Pemprov DKI yang dinilai terburu-buru. Muncul dugaan adanya mark up ataupun penyelewengan dari dana yang dianggarkan tersebut.

Prasetyo Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta mengaku tidak memperoleh informasi soal commitment fee untuk penyelenggaraan formula E tersebut. “karena saya juga tidak diberitahu oleh Pak Gubernur dan dia membuat commitment fee yang pertama itu” ujarnya dihadapan wartawan pada 8 Februari lalu.

Menurut praktisi hukum sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, jika KPK menemukan adanya unsur pidana dan status dinaikkan ke penyidikan, kemungkinan besar Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta akan dimintai pertanggungjawaban sebagai pengelola keuangan daerah dan penentu kebijakan pembangunan di DKI Jakarta. “maka jika saja KPK sudah menemukan siapa-siapa saja pelakunya, maka Anies Baswedan tetap harus dimintai pertanggungjawaban secara pidana” ujar Petrus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.