Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan : “Kaget Ponpes Shiddiqiyyah Dikepung Polisi”.

  • Whatsapp

Liputan98.com, JAKARTA – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku terkejut ketika heboh Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jawa Timur (Jatim) dikepung ratusan polisi gabungan Polda Jatim.

Pak Dahlan tahu pengepungan oleh polisi itu bukan lantaran ada teroris di ponpes tersebut, melainkan ingin menangkap satu orang, Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42), tersangka kasus pencabulan santriwati.

“Sampai saya kaget ketika lagi di luar Jawa ini. Saya mendengar heboh-heboh itu: Pondok Shiddiqiyyah dikepung polisi,” demikian dikutip dari tulisan berjudul Mas Bechi yang ditulis Dahlan Iskan yang tayang di kolom Disway, Minggu (10/7).

Dia menulis bahwa Mas Bechi dilaporkan melakukan kejahatan seksual kepada santriwati di pondok itu.

“Saya lagi di luar Jawa. Saya tidak bisa mengecek mana yang benar. Saya juga tidak mau percaya berita media begitu saja,” lanjut pengusaha media itu.

“Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Yang jelas kiai muda itu (Bechi, red) sudah menyerahkan diri ke polisi. Penggerebekan selesai,” demikian dikutip dari tulisan Dahlan Iskan.

Mas Bechi Penyuka Mobil Mewah, Musik, dan Dianggap Sufi

Sebelumnya, Dahlan dalam tulisan itu menggambarkan sosok Mas Bechi sebagai penyuka mobil mewah.

Dahlan bahkan sudah lama ingin mampir ke Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang untuk bertemu Mas Bechi, tetapi belum pernah terwujud.

“Ada yang membuat keinginan mampir itu muncul: kiai muda di situ suka mobil. Mas Bechi,” ungkap Dahlan.

Eks dirut PLN itu juga menggambarkan Bechi sebagai sosok ganteng, mampu merawat kulit, dan rambut dengan sempurna.

“Meski kesukaannya mobil, termasuk mobil mewah, tetapi tetap dianggap sufi –karena putra seorang Mursyid. Ia adalah Mursyid in waiting,” demikian Dahlan menggambarkan mas Bechi.

Mas Bechi juga disebut akrab dengan musik. Dia bisa main organ, bahkan menciptakan lagu sufi dan memainkannya di organnya. Lagu ciptaan Bechi disebut ”musik oxytron”.

Konon, lagu itu lahir dari proses metafakta. Intinya; ketika musik instrumentalia itu dimainkan, katanya, bisa menenangkan jiwa.

“Berarti Mas Bechi ini dianggap sufi juga. Lewat jalan yang berbeda dengan penderitaan ayahnya berjalan kaki ke mana-mana,” kata Dahlan.

Diketahui, Bechi Jombang saat ini telah mendekam di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Dia ditahan di sana setelah menyerahkan diri sesuai 15 jam dicari polisi di kompleks Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Kamis (7/7). (Sumber : Jpnn.com-disway/fat//jpnn)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.